Ubi…ubi…. dan ubi….

Mahalnya komoditas beras akhir-akhir ini sangat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, walaupun pembangunan ketahanan pangan telah dirintis sejak lama. Semakin meningkatnya harga semua kebutuhan pokok (tidak hanya beras) menyebabkan kita harus berpikir untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Bukan saatnya lagi untuk mencari siapa yang salah dan siap yang perlu bertanggungjawab dalam hal ini, tapi akan lebih bermanfaat jika kita secara bersama-sama mencari solusi yang terbaik untuk keluar dari masalah tersebut.

Salah satu komoditi pangan yang terhitung sangat besar di Indonesia adalah umbi-umbian. Selain jumlah produksinya yang banyak, jenis umbi-umbian mempunyai kandungan gizi yang cukup baik untuk menggantikan beras sebagai bahan makanan pokok. Ubi kaya akan kandungan prebiotik, serat dan antioksidan. Salah satu jenis umbi-umbian yang paling terkenal adalah ubi jalar.

Keterangan
Sumber : Direktorat Gizi Depkes RI, 1981, Suismono, 1995)

Ubi jalar merupakan komoditi pangan penting di Indonesia yang dapat diolah menjadi aneka makanan dan diusahakan penduduk mulai dari daerah dataran rendah sampai dataran tinggi. Ubi jalar mempunyai kandungan gizi Tanaman ini mampu beradaptasi di daerah yang kurang subur dan kering. Dengan demikian tanaman ini dapat diusahakan sepanjang tahun.
Dalam hal ini sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan nilai tambah, mengembangkan usaha-usaha pengolahan hasil pertanian, mengurangi kehilangan pasca panen dan berkembangnya industri-industri penunjang pertanian (Hanani : 2003).
Ubi jalar atau ketela rambat atau “sweet potato” diduga berasal dari benua Amerika. Para ahli botani dan pertanian memperkirakan daerah asal tanaman ubi jalar adalah Selandia Baru, Polinesia dan Amerika bagian tengah. Ubi jalar mulai menyebar ke seluruh dunia, terutama Negara-negara beriklim tropika pada abad ke-16. Orang-orang Spanyol menyebarkan ubi jalar ke kawasan Asia, terutama Filipina, Jepang dan Indonesia. Di beberapa daerah tertentu, ubi jalar merupakan salah satu komoditi bahan makanan pokok
Ubi jalar dapat diolah menjadi berbagai bentuk atau berbagai macam produk olahan. Beberapa peluang penganeka-ragaman jenis penggunaan ubi jalar menjadi bahan olahan adalah :
1. Daun : sayuran, pakan ternak
2. Batang : bahan tanam, pakan ternak
3. Kulit ubi : pakan ternak
4. ubi segar : bahan makanan
5. Tepung : makanan
6. Pati : dermentasi, pakan ternak, asam sitrat

Salah satu hasil proses pengolahan ubi yang mudah dan bisa berguna bagi masyarakat adalah dibuat tepung ubi. Adapun proses pembuatan tepung ubi adalah sebagai berikut…….

Alat dan Bahan
Alat : Pisau dan telenan, Ember, Pengering, Penggiling
Bahan : Ubi jalar, Air

Cara Kerja :
1. Pengupasan
2. Pencucian
3. Pengirisan
4. Penjemuran
5. Penggilingan

Hasil
Umbi dikupas, kemudian dicuci sampai bersih dan diiris, bentuk irisan ada yang bunder dan ada yang persegi. Ubi jalar yang sudah diiris ditaruh dalam tampah kenudian dijemur. Dalam pelaksanaan penjemuran ini, berhubungan cuaca yang sering hujan, maka penjemuran irisan ubi jalar mengalami hambatan dalam proses pengeringan dan terkena jamur, sehingga tidak layak untuk dijadikan tepung.
Perlu diingat untuk pembuatan tepung, apabila dalam proses pengeringan cuaca sering hujan maka proses pengeringan akan semakin lambat dan mudah terkena jamur.

Kesimpulan
Dalam proses pengolahan hasil, faktor cuaca sangat menentukan dan membantu sekali dalam keberhasilan pengolahannya. Untuk mengatasinya perlu penggunaan alat-alat pengering, agar faktor alam tidak menjadi masalah dalam proses pengolahan.
Sumber: adanikid.blogspot.com

Diterbitkan di: on April 25, 2008 at 4:35 am Tinggalkan sebuah Komentar

Perjuangan penonton pilm

Hari itu kulalui seperti biasanya…Bangun pagi, gosok gigi, sholat, tidur lagi, bangun lagi, mandi truuuus brangkat ke kampus jalan kaki ntar pulang kos kalo matahari dah males bersinar……Pokok’e segala jenis kegiatan yang udah biasa dilakukan anak kos2an dari pagi siang hingga sore..wah wah sampai apal banget……kalo dah di kampus eh bukan ding tapi di lab sambil ngrumpi ma bolo kurowo trus ngemil…palagi kalo ada subyek manusia yang bisa dikerjani wah pokok’e betah banget di kampus ……lha gimana lagi wong itu udah jadi tuntutan peran HiHiHi… :)

Oia aku lupa saat itu aku masih dalam proses berjuang untuk meluluskan diri dari almamaterku ….Klo ga salah kerjaanku dan bolo kurowo tiap hari ke kampus bukan untuk bimbingan ato untuk kuliah tapi untuk buat tape dari onggok tu lho (kayak’e blum familiar di tlinga HeHeHe tapi rapopo lah)…….

Pada saat itu lagi booming2 nya halah….. salah satu film remaja (walopun kita dah bukan remaja) hasil karya anak negri sendiri yang sepertinya perlu untuk di tonton, terutama cewek2……akhirnya qta para cewek sepakat untuk nonton bareng (kayak Pak Presiden aja) di salah satu bioskop di tengah kota semarang. Tapi gejolak mulai muncul soale kita ga dapat restu dari Pak Komandan yaitu Mr. Jat, kita sebenere kita para cewe ga tega juga mau ninggalke sendirian Pak Komandan, tapi lha gimana lagi wong kesepakatan dah kita buat bersama. Akhire kita menyerah pada keadaan daripada Pak Komandan nesu truuuus nangis seruuuuu bgt mesti abis itu wis ga gelem di prentah2……kecewa juga sih…tapi yAch sudahlah rapopo. Setelah gejolak berakhir tanpa ada pertumpahan darah walopun Pak Komandan sempet nesu bentar, 3 orang anggota cewek membuat kesepakatan lagi utntuk nontong bareng ditambah 1 orang tmn kosku juga mo ikut nonton. Keesokan harinya kita berempat pulang dari lab jam 12 siang langsung siap2 buat nonton pelm bareng2. berhubung suasana abis libur lebaran makanya stok dari kampung lom pada abis …. Yo wis kita bawa berbagai jenis makanan sisa menu lebaran plus ga lupa bawa minum sirup sisa lebaran juga wuahahaha……Itung2 ngirit daripada mesti beli pop corn.
Kita brangkat abis sholat dhuzur pas bgt udara tembalang puuuanase poooolll :( ……dari kos ama kita berempat naik angkot jurusan ngresep trus naik bis ga tau jurusan mana sing penting lewat simpang limalah. Sampai juga kita di tempat tujuan dengan kemringet plus ngelak bgt. Eh……..ga nyangka perjuangan blum berakhir sampai di situ, pas mau beli tiket masuk jebulnya tiket yg buat tayang jam itu dah abis, yg buat jam berikutnya juga dah abis… bener2 payah tenan……. Berhubung dah jauh2 dari Tembalang pake acara kemringet sgala, moso ga jadi nonton. Setelah melewati pertimbangan yang puuuuanjang kita putuskan nunggu 4 jam. Mmmmmmm 4 jam buayangkan…… 1 jam aja dah lama pa lagi 4 jam….. Allah Maha tau… itulah mungkin kata yang paling tepat untuk menggambarkan kesabaran kita. Nah… mumpung kita lagi sadar diri maka buat nunggu waktu 4 jam kita habiskan di Masjid Baiturrahman Simpang Lima, soalnya masjid ma bioskop cuma seberangan jalan.Nongkrong juga deh kita di masjid,,, (e…. maap kayaknya ga pantas banget yak kata2ku mosok nongkrong kok di Masjid). Setelah 4 jam nunggu dengan gaya nungging, duduk, tiduran, selonjoran, guyonan, n makan sangu….. ups makan di dalam masjid toh……4 jam sudah berlalu, tiba juga giliran kita untuk mewujudkan keinginan bersama. Tepat jam 5 sore kita masuk bioskop lagi. Wah bener2 seruuuuuuuu filmnya eh bukan ding tp nunggunya…. Heheheh…..Ocre sodara2 film selesai setelah ditayangkan dalam waktu hampir 2 jam jadi kita kluar jam setengah 7. Kluar…..kluar…..ayo…… semua kluar…….. eh…. Ternyata di luar hujan deres banget…. Mmmmmmmm lengkap sudah perjuangan kita berempat hanya untuk mewujudkan harapan nonton film yang lagi booming.Brangkat puanas puanas, nyampe sana khabisan tiket truuus harus nunggu 4 jam terakhir pulang kehujanan, nyampe kos klaparan…. :( Hiks…hiks…hiks…pengalaman ini khusus aku posting buat mbak indi, ama, n iin yg di gresik sana……:)

Diterbitkan di: on April 18, 2008 at 7:47 am Tinggalkan sebuah Komentar

Susu Kambing

Kambing Penghasil Susu

Jenis-jenis kambing penghasil susu

1. Kambing Etawa
Berasal dari wilayah Jamnapari India. Kambing ini paling popular di Asia Tenggara, termasuk tipe dwiguna yaitu penghasil susu dan penghasil daging. Ciri-cirinya postur tubuh besar, telinga panjang menggantung, bentuk muka cembung, bulu bagian paha sangat lebat, BB jantan mencapai 90 kg, BB betina 60 kg. produksi susu mencapai 235 kg/ms laktasi. Di Indonesia untuk perbaikan mutu kambing local maka menghasilkan kambing PE (Peranakan Etawa). Sentra terbesar kambing PE adalah di Kaligesing Purworejo Jawa Tengah.
2. Kambing Alpin
Berasal dari Pegunungan Alpen Swiss, Keberadaan kambing jenis ini menebar ke seluruh daratan eropa. Ciri-ciri kambing Alpen telinga berukuran sedang dan megarah ke atas dengan warna bulu dominan putih, hitam, coklat. BB jantan mencapai 90 kg, BB betina 65 kg. Produksi susu 600 kg/ms laktasi
3. Kambing Saanen
Berasal dari lembah Saanen Swiss bagian barat. Merupakan jenis kambing terbesar di Swiss.Sulit berkembang di wilayah tropis karena kepekaannya terhadap matahari. Ciri-ciri telinga tegak dan mengarah ke depan, bulu dominant putih, kadang2 ditemui bercak hitam pada hidung, telinga atau ambing. Tidak bertanduk dan termasuk tipe dwiguna. Produksi susu 740 kg/ms laktasi.
4. Kambing Toggenburg
Berasal dari Toggenburg Valley (wilayah timur laut Swiss). Ciri-ciri telinga tegak menghadap ke depan, hidung agak cembung, warna bulu merah tua/coklat dengan bercak putih. BB jantan 80 kg betina 60 kg. Yang paling menonjol adalah kehalusan bulunya. Produksi susu 600 kg/ms laktasi.
5. Kambing Anglo Nubian
Berasal dari Wilayah Nubia (Timur Laut Afrika). Ciri-ciri telinga menggantung dan ambing besar, warna bulu hitam, merah, coklat, putih atau kombinasi warna2 tersebut. BB jantan 90 kg, betina 70 kg. Produksi susu 700 kg/ms laktasi.
6. Kambing Beetal
Berasal dari Punjab India, Rawalpindi dan Lahore (Pakistan). Diduga merupakan hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing local karena cirri fisiknya sangat menyerupai Etawa. Produksi susu 190 kg/ms laktasi.

Manfaat dan Khasiat susu kambing

Selain dijual dalam bentuk segar, susu kambing juga dapat diolah menjadi produk lain seperti yogurt, keju, mentega. Butiran lemak susu kambing berukuran antara 1-10 milimikron sama dengan susu sapi, tetapi jumlah butiran lemak yang berdiameter kecil dan homogen lebih banyak terdapat pada susu kambing sehingga susu kambing lebih mudah dicerna alat pencernaan manusia, serta tidak menimbulkan diare pada orang yang mengkonsumsinya.. Susu kambing juga tidak mengandung karoten, sehingga warna susu kambing lebih putih daripada susu sapi.
Khasiat susu kambing antara lain untuk terapi TBC, membantu memulihkan kondisi orang yang baru sembuh dari sakit, mempu mengontrol kadar kolesterol dalam darah. Untuk meningkatkan kesehatan kulit, terutama bagian wajah. Kandungan gizi susu kambing dapat meningkatkan pertumbuhan bayi dan anak-anak serta membantu keseimbangan proses metabolisme, mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, membantu pembentukan sel darah merah dan jaringan tubuh. Baik bagi wanita dewasa untuk mengembalikan zat besi setelah haid, kekurangan darah (anemia), kehamilan serta pendarahan setelah melahirkan. Kandungan mineralnya memperlambat proses osteoporosis.



Faktor yang mempengaruhi komposisi susu kambing

1. Variasi antar jenis kambing
Dengan aneka karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya maka akan terdapat variasi dalam jumlah produksi susunya.
2. Variasi Inter jenis kambing
Setiap indivudi dari jenis/bangsa yang sama memiliki variasi dalam jumlah susu yang dihasilkan walopun jenis atau bangsa sama, tetapi jika umur dan masa laktasi berbeda maka jumlah produksi susu juga berbeda.
3. Faktor genetik
Adalah faktor yang diturunkan dari nenek moyang dan memiliki sifat kebakaan.
4. Musim
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kambing yang beranak pada musim gugur memiliki tingkat produksi yang lebih tinggi disbanding kambing yang beranak musim panas.
5. Umur
Produksi susu kambing meningkat seiring bertambahnya umur dan mencapai puncak pada saat berumur 5-7 tahun, yakni pada masa laktasi ke-3 atau ke-5. selanjutnya produksi susu akan menurun.
6. Lama masa laktasi
Dalam satu jenis atau bangsa kambing perbedaan lama masa laktasi menyebabkan perbedaan jumlah total produksi susu selama masa laktasi. Semakin lama masa laktasi akan semakin banyak total produksi susu yang dihasilkan. Korelasi ini tidak berarti akan semakin tinggi keuntungan yang diraih.
7. Faktor perawatan dan perlakuan
Suasana kandang yang nyamn sangat mendukung utnuk berproduksi secara optimal.
8. Pengaruh masa birahi dan kebuntingan
Kambing yang dikawinkan kembali setelah 3 bulan beranan tingkat produksi susunya akan lebih cepat menurun disbanding kambing yang sedang laktasi tetapi tidak bunting. Hal ini kemungkinan disebabkan kurangnya kuantitas dan kualitas pakan yang dikonsumsi, serta tingginya kebutuhan kambing akan zat-zat makanan utnuk mendukung [proses fisiologis dalam tubuhnya.
9. Frekuensi pemerahan
Berdasar hasil penelitian kambing yang diperah 2x sehari total produksi susunya lebih tinggi daripada kambing yang diperah 1x sehari.
10. Jumlah anak dalam sekali melahirkan.
Produksi susu kambing perah yang beranak 2 ekor dalam 1 kali melahirkan biasanya 20-30% lebih tinggi dari kambing perah yang hanya beranak 1 ekor.penyebabnya adalah rangsangan menyusui dari anak kambing (cempe) yang dilahirkan
11. Pergantian pemerah
Kambing ternmasuk hewan yang tidak terlalu mudah beradaptasi pada kondisi lingkungan yang berubah drastic. Pergantian pemerah akan menyebabkan kambing mengalami stress.
12. Lama masa kering
Utnutk mendorong produksi beranak 3x dalam 2 tahun biasanya kambing dikawinkan kembali setelah beranak 3 bulan atau saat pertama birahi muncul. Dalam kondisi demikian kambing membutuhkan waktu untuk menjalani masa kering selama 2 bulan agar memiliki kesempatan untuk kembali pulih kondisinya.
13. Faktor hormonal
Hormone yang berperan dalam produksi susu adalah laktogen.penyuntikan hormone ini pada saat laktasi menyebabkan produksi susu meningkat.
14. Faktor pakan
Produksi susu akan mencapai optimal jika pakan yang diberikan dan dikonsumdi oleh kambing jumlah dan kualitasnya cukup. Komposisi hijauan dan konsentrat harus seimbang.
15. Pengaruh penyakit
Kambing perah yang sedang laktasi produksi susunya akan menurunjik terserang penyakit. Bahkan bisa langsung terhenti. Efek obat yang diberikan juga akan berpengaruh terhadap produksi dan kualitas susu yang dihasilkan.

Pemberian pakan

Secara alamiah kerena kehidupan awalnya di daerah pegunungan kambing akan lebih menyukai rambanan (daun-daunan) daripada rumput. Kambing termasuk jenis jewan ruminansia. Ruminansia tidak terlalu bergantung pada kadar zat-zat gizi pakan yang dikonsumsinya, karena proses di dalam rumen mampu menghasilkan zat gizi yang mudah diserap tubuh. Kadang pemberian pakan protein tinggi tidak efisien, karena protein tersebut mudah terurai dan terfermentasi oleh mikrobia rumen.
Ruminansia mampu mensintesis asam amino dari unsure yang dihasilkan oleh berbagai proses yang terjadi dalam rumen. Ruminansia mampu mengkonsumsi urea dlam jumlah terbatas yang di dalam rumen akan terurai menjadi amoniak dan merupakan bahan utama pembentuk asam amino. Selain bahan pakan yang dikonsumsi kebutuhan tubuh terhadap protein juga dipenuhi dari mikrobia rumen.

1 Bahan pakan

Secara umum kebutuhan zat pakan bagi kam,bing dikelompokkan dalam 2 golongan besar sumber pakan yaitu bahan pakan sumber energi dan bahan pakan sumber protein.
Bahan pakan sumber energi terdiri dari bahan pakan yang berupa biji-bijian dan sisa serealia (mis : tepung, jagung dan dedak padi), umbi- umbian (mis : tepung singkong, onggok, ubi jalar) dan hijauan (mis : rumput setaria dan rumput lapang). Bahan pakan sumber protein bisa berupa biji-bijian misal tepung bungkil kedelai, ampas tahu, ampas kecap, biji kapas atau tepung2 yang berasal dari hewan atau bagian tubuh hewan seperti tepung darah dan tepung ikan. Beberapa contoh hijauan yang merupakan sumber protein seperti daun gliricidae, turi, lamtoro, centrocema, dan kacang gude.
Pakan hijauan dalam keadaan segar umumnya lebih disukai kambing dibanding dengan pakan dalam keadaan layu atau kering. Namun ada beberapa jenis hijauan yang dalam keadaan segar masih mengandung racun yang membahayakan kehidupan kambing seperti gliricidae, sebaiknya hijauan jenis tersebut dilayukan dulu selama 2-3 jam di sinar matahari atau diinapkan semalam sebelum diberikan pada ternak. Pemberian hijauan yang bervariasi akan memberi dampak yang lebih baik.

Kebutuhan kambing akan bahan pakan sangat tergantung dari kondisi fisiologis kambing tersebut, secara umum kambing membutuhkan hijauan segar sebanyak 10% dari berat badan atau berat hidupnya. Misal beratnya 30 kg maka kambing tersebut membutuhkan 3 kg hijauan/hr. Perlu diketahui bahwa tidak semua bagian hijauan disukai oleh kambing.beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian hijauana yang dicincang sekitar 5-10 cm akan lebih efisien dikonsumsi oleh kambing, karena bentuknya yang kecil-kecil. Contohnya batang muda jika diberikan secara utuh kurang disukai oelh kambing tetapi dengan dicincang akan lebih mudah tercampur dengan jenis pakan yang lain sehingga memungkinkan kambing untuk memakannya.

2. Pemberian konsentrat
Pakan sebagai sumber protein merupakan hal yang mutlak diperlukan oleh kambing yang sedang laktasi, karena proses pembentukan susu membutuhkan suplai protein yang lebih tinggi. Sistem pencernaan rumen seringkali menjadi penyebab kurang efektifnya pemberian konsentrat dengan kadar protein tinggi. Penyebabnya adalah konsentrat tersebut akan diurai atau difermentasi oleh bakteri dan mikroba lain dalam rumen, sehingga pprotein terdegradasi sebelum diserap tubuh. Untuk itu pemberian konsentrat perlu disiasati. Waktu pemberian yang terbaik adalah saat kambing sudah banyak mengkonsumsi hijauan, tetapi belum kenyang. Pada saat itu, rumen akan dipenuhi oleh hijauan, sehingga aktivitas rumen sedang tinggi-tingginya. Pemberian konsentrat saat seperti ini bisa menghindari proses fermentasi bahan pakan dalam rumen sehingga keberadaan zat-zat makanan dapat dipertahankan. Hal ini disebabkan konsentrat tidak terlalu lama berada dalam rumen.

Beberapa bahan konsentrat yang biasa diberikan adalah bekatul, bungkil kedelai, ampas tahu, bungkil kelapa atau campuran dari beberapa konsentrat. Misal 62% bekatul, 20% ampas tahu, 15% bungkil kedelai, 1% garam dapur, dan 2% tepung tulang. Jumlah pemberian sebanyak 0,5- 0,6 kg/ekor dan diberikan dalam bentuk bubur(dicampur dengan air). Usahakan konsentrat agar habis dalam waktu singkat untuk menghindari tumbuhnya jamur yang bias menimbulkan penyakit.

3. Vitamin dan Mineral
Selain bahan pakan sumber protein dan sumber energi, kambing memiliki kebutuhan akan vitamin dan mineral yang sebenarnya bisa tercukupi dengan pemberian pakan yang bervariasi. Jika kurang bervariasi sebaiknya dilakukan pemberian zeolit, garam dapur, atau tepung tulang sebagai sumber mineral dengan dosis tidak lebih dari 5 permil (5/1000) untuk setiap 1 kg berat badan. Vitamin dibutuhkan kambing dalam jumlah sedikit tetapi sangat berpengaruh dalam proses metabolisme dan daya tahan tubuhnya terhadap penyakit. Pemberian garam dapur selain untuk memenuhi kebutuhan mineral dapat juga untuk meningkatkan nafsu makan kambing. Pemberiannya sebaiknya tidak terjadwal, tetapi sudah dalam keadaan tersedia setiap saat di dalam kandang. Penempatannya bisa di dalam ember khusus yang digantung di dekat tempat hijauan setinggi 50-90 cm dr atas lantai.

4. Air

Sebanyak 70% tubuh kambing berupa air. Kekurangan air yang mencapai 20% menyebabkan kambing dehidrasi. Makanya ketersediaan air merupakan suatu hal yang mutlak. Secara umum seekor kambing membutuhkan air sebanyak 1,5-2,5 liter/hari. Sebaiknya air disediakan dalam jumlah yang tidak terbatas artinya jika air di wadahnya tinggal sedkit segera ditambah lagi.

5. Penggunaan UMB (Urea Molasses Block)
UMB mengandung non protein nitrogen (NPN) yang dalam rumen akan mengaktifkan mikroba rumen dan sintesis menjadi asam amino. UMB juga terdiri dari berbagai bahan penyusun lainnya seperti molasses, dedak padi, dan tepung tapioka (sebagai sumber energi), bungkil kedelai (sumber protein), garam dapur, tepung tulang dan kapur (sumber mineral). Pemberian UMB 4 gr/hari/kg berat badan mampu meningkatkan pertambahan berat badan harian kambing dan meningkatkan akseptabilitas kambing terhadap limbah pertanian dengan serat kasar cukup tinggi seperti kulit dan tongkol jagung.

Diterbitkan di: on April 17, 2008 at 2:55 am Komentar (1)

Sesal……

Menyesal, kata dan sikap yang tidak akan pernah kita sukai sebenarnya. Tapi sekarang, tak ada kata lagi yang pas mewakilinya. Sebuah penyesalan tercipta, bukan untuk siapa-siapa. Hanya diri sendiri.
Menyesal, atas apa yang kita lakukan dalam hidup di masa yang sudah berlalu. Kalau sudah seperti ini keadaannya pasti kita akan banyak berandai-andai tentang hal yang harusnya bisa merubah kehidupan kita sekarang. Masih bisakah sekarang? Harus bisa.
Menyesal, ternyata kesempatan tidak pernah datang dua kali dengan karakteristik yang sama. Pertanyaan yang sampai sekarang sama sekali belum pernah terjawab adalah kenapa penyesalan selalu muncul sebagai akibat????sehingga penyesalan selalu menyertai manusia pada saat suatu peristiwa telah terjadi.
Menyesal, karena kemudian apa yang diharapkan teryata tidak sesuai dengan kenyataan. Pertanyaan sederhana, bukankah itu pilihan kita sendiri? Ucapan maaf, masih diterimakah? Kepada orang-orang yang percaya bahwa saya bisa, sulit ternyata. Mungkin mudah, tapi ternyata tidak bagi orang-orang yang tidak sepenuh hati. Karena itu merupakan sanksi diri sendiri.
Menyesal, melihat segala kejadian di muka bumi dan kita hanya bisa melihat miris, tanpa kuasa merubahnya. Cukupkah sebuah tekad, “kita akan merubahnya di masa depan?”. Klise. Lalu apa sekarang? Harapan yang tersisa.
Seharusnya, karena suatu peristiwa telah terjadi, kita tak perlu menyesal. Mungkin inilah keterbukaan itu. Tanpa malu, tanpa tedeng aling-aling mengungkap apa yang seharusnya disampaikan, kalau itu memang harus dilakukan.
Dan sekarang, aku tahu hal yang lebih punya jiwa, dibandingkan sekedar rasa penyesalan, sedih, pilu, miris yang mendalam. Aku belajar, karena ternyata tangung jawab itu mahal.

Diterbitkan di: on April 16, 2008 at 4:14 am Tinggalkan sebuah Komentar

DPR vs SLANK

Gosip Jalanan

Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
tentara jadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
keluar masuk jadi bandar di penjara
terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir2 berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan

Kacau balau … 2x negaraku ini …
Ada yang tau mafia peradilan
tangan kanan hukum di kiri pidana
dikasih uang habis perkara

Apa bener ada mafia pemilu
entah gaptek apa manipulasi data
ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di senayan
kerjanya tukang buat peraturan
bikin UUD ujung2nya duit

Pernahkah gak denger triakan Allahu Akbar
pake peci tapi kelakuan bar bar
ngerusakin bar orang ditampar-tampar

Inilah lirik lagu yang bisa membuat seluruh wakil rakyat yang duduk di DPR seperti kebakaran jenggot…..Walaupun sudah ada upaya untuk menampik semua isi dari lagu tersebut toh akhirnya DPR melunak juga setelah ada kejadian yang membuktikan kebenaran yang ada dalam syair lagu tersebut. Dalam lirik lagu ini tersirat sebuat pesan moral yang lebih mengena pada aparat keamanan dan para pejabat negara. Kita sebagai rakyat kecil atau lebih pantes disebut kawulo alit akan melihat bahwa DPR terkesan intelek, humanis dan sangat elite, tapi setelah serentetan kejadian yang menimpa keluarga DPR maka kita akan megubah kesan yang selama ini melekat di tubuh DPR. Alangkah lebih baiknya bila DPR lebih fokus pada persoalan persoalan yang menimpa rakyat kecil yang telah mempercayakan mereka untuk duduk dan menyampaikan aspirasi, tapi kayaknya semua hanya omong kosong. Bener bener aneh…………

Diterbitkan di: on April 14, 2008 at 2:33 am Tinggalkan sebuah Komentar