mati lagi…mati lagi…

” halah mati lampu….” itulah kata-kata yang muncul dari mulut kita tiap hari. “Ampun deh masa tiap hari mati lampu, PLN ini gimana toh…?” Kok jadi nyalahin PLN yah, tapi ngga papa emang di Indonesia PLN lah lembaga yang paling berkompeten terhadap kelangsungan hidup listrik-listrik yang menyala. Fenomena krisis pasokan listrik memang sangat sering terjadi akhir-akhir ini. Berbagai alasan muncul melatar belakangi kejadian ini seperti kapasitas pembangkit yang terbatas, penghematan energi, akibat kenaikan BBM lah dll. Yang jelas rugiiiiii….rugiiiii…rugiiiii….. itu kata-kata yang paling pas buat semua kalangan yang menggantungkan hidup dari energi listrik. Mau tidak mau semua kegiatan akan terhenti  mulai dari kegiatan rumah tangga ibu-ibu sampai kegiatan yang dilakukan industri berskala besar.

Pernah ada argumen bahwa akibat kenaikan BBM maka semua industri yang biasanya menggunakan BBM sebagai bahan bakar beralih menggunakan energi listrik, hal ini dilakukan karena para pengusaha merasa  biaya produksi semakin membengkak akibat dampak kenaikan BBM pada industri yang mereka jalankan. Untuk menaikkan harga hasil produksi para pemilik usaha perlu berpikir dua kali agar permintaan pasar tidak menurun. Maka dari itu energi listrik menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Akhirnya banyak dari pelaku usaha yang kemudian beralih menggunakan energi listrik, akhirnya……. dengan kapasitas pembangkit yang sudah ada ternyata belum mampu mengimbangi lonjakan pengguna. Krisis listrik terjadi dimana-mana dan langkah yang diambil adalah pemadaman bergilir agar dengan kapasitas yang ada  PLN masih bisa memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Tapi di balik pemadaman bergilir itu banyak sekali kerugian yang harus ditanggung oleh semua pengguna listrik baik itu perseorangan, rumah tangga, industri dan lembaga pemerintah.

Ibu-ibu merasa aktifitas rumah tangga terganggu karena pemadaman listrik di daerah mereka, mau seterika ngga jadi padahal seragam anaknya besok mau di pakai sekolah, mau masak pakai rice cooker ga bisa padahal jelas-jelas dah lapar hehehe….. buat para pelajar jadi aktifitasnya juga terganggu karena dosen mereka bawa bahan dalam bentuk transparansi eee…. sampai kampus lampunya mati n akhirnya mesti nambah ongkos buat fotocopy transparansi. Yang lagi buat skripsi jadi ngga dapat-dapat acc dari pembimbing soalnya waktu mau ngerjain revisi listrik mati, otomatis komputer nganggur dan ngga bisa ngejar dead line, yang usaha fotocopy, warnet, dan usaha-usaha rental yang lain juga harus gigit jari karena otomatis pendapatan mereka akan menurun, yang lagi kerja di kantor juga ngga bisa buat laporan pada bos secepatnya karena listrik mati jadi komputer juga mati dan masih banyak lagi contoh sehari-hari dalam masyarakat yang merasa  sangat dirugikan dengan adanya pemadaman bergilir yang sering dilakukan.

Apakah ini akan terjadi secara terus-menerus tanpa penyelesai yang bijak dari pihak-pihak terkait???

Diterbitkan di: on Juni 10, 2008 at 4:54 am Tinggalkan sebuah Komentar

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://probiotikteam.wordpress.com/2008/06/10/mati-lagimati-lagi/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Leave a Comment